Telat Haid Tapi Testpack Negatif: Ini 6 Penyebabnya

Kehamilan erat kaitannya dengan terlambat datang bulan. Ada juga telat haid, namun hasil testpack negatif. Cari tahu apa saja penyebab jika Anda mengalami terlambat datang bulan, namun hasil testpack negatif.

6 Penyebab Telat Haid

Jika telat haid berlangsung cukup lama, sebaiknya Anda bisa berkonsultasi dengan dokter. Selain itu, Anda harus mencari tahu apa penyebab terlambat datang bulan. Berikut ini beberapa penyebab terjadinya terlambat datang bulan yang Anda alami, antara lain:

Stres

Saat stres ada beberapa hormon yang terpengaruh. Sehingga beberapa kadar hormon akan menurun bahkan menghilang ketika Anda mengalami stres. Selain itu, ketika stres bisa membuat jadwal rutin ikut berubah secara tiba-tiba.

Hal tersebut yang akan mempengaruhi bagian dari otak yang bertanggung jawab mengatur jadwal menstruasi Anda. Bahkan, jika Anda mengalami stres secara berkepanjangan akan menyebabkan timbulnya penyakit. 

Selain itu, Anda bisa juga mengalami kenaikan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba. Hal ini juga bisa menjadi salah satu hal yang mempengaruhi siklus menstruasi.

Untuk menormalkan kembali, Anda bisa mencoba relaksasi serta mengubah gaya hidup jadi lebih sehat lagi. Sehingga kondisi tubuh akan kembali stabil.

Berat Badan Rendah

Pada dasarnya, tidak semua orang yang memiliki tubuh kurus menjadi sebuah karunia. Jika terlalu kurus dan berat badan rendah, maka juga akan mempengaruhi siklus menstruasi.

Wanita dengan gangguan makan, misalnya mengalami anoreksia nervosa atau bulimia sangat rentan mengalami terlambat datang bulan. Apalagi jika berat Anda berada di bawah 20 persen kisaran normal, akan mengakibatkan berubahnya fungsi tubuh. Besar kemungkinan juga akan menghentikan proses ovulasi.

Ketika berat badan Anda kurang, lebih baik berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan terapi yang tepat. Sehingga tidak akan mengalami gangguan makan, serta mengembalikan siklus haid menjadi normal kembali.

Obesitas

Memiliki tubuh yang terlalu gemuk juga membahayakan. Ancaman penyakit semakin besar dan mempengaruhi perubahan hormonal. Jika Anda sedang mengalami kondisi ini, sebaiknya segeralah konsultasi dengan dokter agar mendapatkan rekomendasi diet atau program olahraga.

PCOS

Sindrom ovarium adalah sebuah kondisi yang menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak lagi hormon androgen. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan hormon. Sehingga bisa mengakibatkan timbulnya ovulasi yang tidak teratur bahkan bisa terhenti.

Hormon lain yang mendapatkan pengaruh dari PCOS yaitu insulin. Perawatan yang bisa Anda dapatkan yaitu berfokus pada meredakan gejala yang timbul. Kemungkinan besar dokter akan meresepkan alat kontrasepsi atau obat untuk membantu agar siklus haid bisa normal kembali.

Pil KB

Konsumsi pil KB juga menjadi salah satu penyebab terganggunya siklus haid. Pil KB terdapat kandungan hormon estrogen dan progestin yang bisa mencegah ovarium melepaskan sel telur.

Agar siklus haid bisa kembali konsisten setidaknya memerlukan waktu kurang lebih 6 bulan setelah Anda menghentikan konsumsi pil KB. Selain itu, jenis alat kontrasepsi lainnya, baik yang disuntikkan atau ditanam juga menyebabkan terlambatnya haid.

Penyakit Kronis

Penyebab lain terlambat haid yaitu menderita penyakit kronis, misalnya seperti diabetes dan celiac. Meskipun hal ini jarang terjadi, namun berkaitan erat dengan perubahan hormonal.

Diabetes yang tidak terkontrol juga menjadi penyebab ketidakteraturan haid. Sedangkan celiac menjadi penyebab peradangan yang bisa berakibat rusaknya usus kecil. Jika tubuh tidak bisa menyerap nutrisi penting, maka juga menyebabkan haid datang terlambat.

 

Temukan solusi ketika telat haid Anda alami. Sehingga siklus haid bisa normal kembali. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang terbaik.

 

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.